Dragon Ball Z: Broly – Second Coming
Toei Animation
Dragon Ball Z: Broly – Second Coming adalah sekuel dari The Legendary Super Saiyan, terjadi bertahun-tahun kemudian ketika Broly mendarat di Bumi dan memasuki tidur regeneratif, terbangun ketika tangisan Goten menyerupai bayi Kakarot yang membuatnya trauma. Dengan Goku yang masih meninggal pada saat ini di timeline, film tersebut jatuh ke tangan Gohan, Trunks, dan Goten — Saiyan usia anak-anak — untuk menghadapi lawan yang mengalahkan daftar Z Fighter dewasa di film sebelumnya. Film ini dibangun berdasarkan kebaruan menyaksikan tiga anak berusaha melawan Super Saiyan Legendaris.
Second Coming umumnya dianggap lebih lemah dibandingkan film Broly asli, terutama karena kurangnya Goku menghilangkan hubungan pribadi antara protagonis dan antagonis yang membuat karya aslinya. Film ini lebih mengandalkan nostalgia terhadap desain ikonik Broly dibandingkan mengembangkannya lebih lanjut. Klimaks fusi yang melibatkan Gohan, Gotenks, dan Goku Kamehameha anumerta adalah kesimpulan yang menyenangkan banyak orang, tetapi jalan menuju ke sana tidak merata. Non-kanonik dan jauh lebih pendek dari aslinya, ini terutama menarik bagi penggemar Broly yang ingin melihat karakter tersebut dalam petualangan berikutnya.
Related Series
Frequently Asked Questions
When was Broly Second Coming released?
Released March 12, 1994 in Japan — the tenth Dragon Ball Z theatrical film and direct sequel to Broly – The Legendary Super Saiyan.
Is Broly Second Coming related to the manga?
No — the original Broly is non-canonical. Dragon Ball Super: Broly (2018) is the canonical version with a completely different backstory.
What do fans think of Broly Second Coming?
Generally considered weaker than the original Broly film. The absence of Goku and Broly's underdeveloped role reduce impact. Mainly for dedicated Broly fans.